Bahaya Gigitan Laba-laba Black Widow: Tak Bisa Buang Air Kecil
Laba-laba Black Widow.
Nationalgeographic.co.id - Ada beberapa alasan mengapa Anda tidak ingin didigit laba-laba Peneliti Temukan Burung Paling Langka di Dunia, Seperti Apa?
Sebenarnya, spesies Black Widow sangat langka di Kanada karena arachnida ini biasanya tinggal di wilayah dengan iklim lebih hangat. Namun, perubahan iklim tampaknya telah membuat laba-laba ini bergerak ke arah utara.
Dr Matthew Carere dari The Ottawa Hospital menjelaskan, saat digigit laba-laba, pria tersebut tidak berpikir lebih jauh ketika ia digigit laba-laba. Ia hanya langsung menyingkirkan hewan tersebut dari kakinya.
Merasa sakit yang luar biasa di kakinya. Dan keesokan paginya, itu bertambah parah––ia merasakan keram di abdomennya sehingga harus dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD).
Saat sampai ke UGD di mana Carere merawatnya, rasa sakit yang dialami pria tersebut sudah sangat parah dan ia mengeluarkan banyak keringat. Selain itu, kedua kelopak matanya juga membengkak.
Tekanan darah pria itu sangat tinggi dan hasil pindai menunjukkan bahwa kantung kemihnya membuncit.
Sengatan laba-laba Black Widow mengandung beragam racun yang dapat memicu gejala yang dialami pria tersebut. Racunnya bisa menyebabkan sindrom medis yang dikenal dengan sebutan 'latrodektisme'. Meliputi gejala tekanan darah tinggi, keringat berlebihan, dan sakit otot
Racun yang ditemukan pada bisa laba-laba memiliki enzim yang menyebabkan membanjirnya neurotransmitter (senyawa kimia yang mengirimkan sinyal dari satu neuron ke neuron berikutnya dan bertindak seperti vasodilator yaitu memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan alirannya).
Carere mengatakan, pelepasan salah satu neurotransmitter bernama asetilkolin, mungkin menjadi alasan mengapa pria itu mengalami kondisi retensi urin akut dan sulit buang air kecil setelah digigit laba-laba Black Widow.Faktor lainnya disebabkan oleh usia pria yang sudah mencapai 50 tahun. Usia tersebut memang rentan terhadap pembesaran prostat.
Beruntung, setelah dirawat dua hari di rumah sakit dan dipasang kateter untuk mengalirkan urine dari kandung kemihnya, pria tersebut diperbolehkan pulang. Ia kini sudah bisa buang air kecil lagi tanpa masalah.

Wowwww
BalasHapusWoww, sangat bermanfaat info nya👍👍👍
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusBeneran kah?
BalasHapusMantul oneng
BalasHapus